
JEMBER, www.jembertoday.net – Badan Penanggung Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember melaksanakan apel Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026. Pada kesempatan itu dinyatakan Jember dalam Status Siaga Darurat Kekeringan.
Apel HKB berlangsung di lapangan PPG di Desa Sidomulyo Kecamatan Silo, Minggu (26/4/2026).
Baca juga: BPBD Jember Salurkan Bantuan Logistik Pasca Rumah Warga Patrang Terbakar
Kepala BPBD Jember Dr Edy Budi Susilo, M.Si, mewakili Bupati Jember Gus Fawait menjadi inspektur apel. Turut hadir anggota DPRD Kabupaten Jember dari Fraksi Partai Nasdem yang duduk di Komisi C, David Handoko Seto. Tidak ketinggalan para relawan yang tergabung dalam komunitas relawan tangguh bencana.
Tema Apel HKB 2026, “Bersatu dalam siaga, tangguh dalam menghadapi bencana”.
Edy Budi Susilo membacakan sambutan tertulis Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjend TNI Suhariyanto SS.,S.Sos.,M.M. Kepala BPBN mengatakan, bahwa kolaborasi lintas sektor adalah pondasi dalam menghadapi bencana.
Pada Apel HKB masyarakat diimbau membunyikan kentongan, sirine, lonceng dan alat peringatan dini (EWS) secara serentak pada pukul 10.00 waktu setempat, Minggu 26 April 2026.

Masyarakat juga diharapkan melakukan latihan evakuasi mandiri segera menuju tempat aman agar kita siap dan selamat dari bencana.
Acara Apel juga diisi pemberian santunan kepada anak duafa, menyerahkan bibit ikan dan pohon.
Edy Budi Susilo menyatakan Kabupaten Jember dalam keadaan Siaga Darurat Kekeringan pada Apel HKB 2026 itu.
“Kondisi hari ini sudah ditetapkan menjadi siaga darurat kekeringan,” ujar Edy Budi Susilo.
Baca juga: Empat Hari Rawat Inap di RSD dr Soebandi, Gus Fawait Gelar Pro Guse Update
Sesuai rilis dari Badan Meteorologi dan Klimatologi (BMKG) mulai akhir Bulan April 2026 sampai puncaknya pada Bulan Agustus 2026 diprediksi masa kekeringan, papar EBS, sapaan akrab Kepala BPBD Jember.
BPBD Jember telah menyiapkan posko-posko bencana, khususnya di 7 kecamatan rawan kekeringan. Bahkan truk-truk tanki air juga telah siap menyuplai ke daerah-daerah itu.
Kesiapsiagaan juga untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Daerah rawan ada di Kecamatan Wuluhan dan Tempurejo.

Disinggung isu potensi Megatrust, EBS menyatakan siap menghadapi. Tetapi ia berharap hal itu tidak terjadi di Indonesia.
Sebagai informasi, kawasan selatan Kabupaten Jember membentang pesisir pantai yang panjang. Dari barat pesisir selatan di Kecamatan Jombang terus ke Kencong lalu Gumukmas terus ke Puger hingga Tempurejo. (Sgt)







