
JEMBER, www.jembertoday.net – LMS MAKI (Masyarakat Anti Korupsi Indonesia) Jawa Timur akan menggelar festival di Jember. Festival kali ini fokus pada kopi, tembakau dan Usaha Kecil Menengah (UKM) atau Usaha Kecil Menengah Mikro (UMKM).
Bertajuk Jatim Specialty Coffee, Tobacco and UKM/UMKM Fest akan digelar pada tanggal 15 hingga 17 Mei 2026 di Alun-Alun Jember Nusantara.
Baca juga: Membangun Citra Jember Melalui Sport Tourism: Sebuah Catatan dari Jember Paralayang Festival 2024
MAKI tidak saja berfokus pada pengawasan, pengawalan dan pemberantasan korupsi tapi juga pada pemberdayaan ekonomi rakyat kecil. Festival ini merupakan kegiatan yang ketiga sejak tahun 2024. Tahun lalu digelar di komplek GOR PKPSO Kaliwates, di gedung Serbaguna.
Ketua MAKI Jatim, Heru Satriyo, dalam konferensi pers di Kafe Rumput mengatakan rencana kegiatan tersebut.
“Pameran ini mengangkat potensi kopi Jember, seperti yang akan dilaunching oleh Bupati Gus Fawait bahwa Jember adalah sorganya kopi Indonesia,” ujar Heru, Sabtu (25/4/2026).

Dalam festival itu, menurut Heru, akan ditunjukkan kepada masyarakat luas bahwa Jember adalah sentra kopi, tembakau dan UMKM. Kopi Jember harus mendapat tempat tertinggi di pasar nasional, bahkan dunia.
MAKI menegaskan bahwa Jember adalah sentra perkopian Jawa Timur. “Sesuai kajian Litbang MAKINJawa Timur bahwa bicara kopi itu ada di Jember. Bukan di Malang, bukan di Bondowoso atau daerah lainnya. Apalagi bicara tembakau dan cerutu,” katanya dengan suara beratnya.
MAKI Jatim berharap akan muncul Brand Kopi Jember yang mendunia. “Seperti yang disampaikan oleh Gus Fawait, di sini akan dilaunching sorga kopi Indonesia. Insyaallah itu akan mendunia nantinya,” pungkas Heru Satriyo.
Baca juga: Empat Hari Rawat Inap di RSD dr Soebandi, Gus Fawait Gelar Pro Guse Update
Sementara itu, ketua panitia festival, Muhammad Hudan Priasmoro menjelaskan persiapan festival.
“Insyaallah kita akan siapkan empat puluh stan, yang mana 60 sampai 70 persen untuk UMKM,” ujar Hudan sapaan pria muda itu.
Ia menambahkan, sudah terdata 13 instansi dari OPD (Organisasi Perangkat Daerah), baik dari Provinsi Jawa Timur dan Pemkab Jember akan mengikuti festival itu. Sisa stan buat UMKM yang digratiskan oleh panitia.
Hudan membuka peluang bagi pelaku UMKM, khususnya yang bergerak di bidang perkopian, tembakau dan produk khas Jember lainnya, seperti aksesoris, makanan khas Jember dan lainnya. Tentunya panitia akan menyeleksi pelaku UMKM untuk menjadi calon peserta pameran.
Hudan merasa bersyukur karena festival tahun ini berlangsung di Alun-Alun. Hebatnya lagi festival itu bersamaan dengan event nasional lainnya yang digelar oleh salah satu televisi nasional.
Ia mengajak masyarakat luas untuk hadir ke Alun-Alun Jember, menyaksikan Jatim Specialty Coffee, Tobacco and UKM/UMKM Fest 2026.
(Sgt)







