
JEMBER, www.jembertoday.net – Dalam pertemuan dengan petani, pelaku UMKM dan mlijo se-kecamatan Mumbulsari, terungkap bahwa petani Desa Mumbulsari ingin pabrik pupuk organik milik Pemkab Jember dihidupkan lagi.
Pertemuan itu merupakan rangkaian program Bunga Desaku di Kecamatan Mumbulsari, yang berlangsung di Balai Desa Suco, Selasa, (7/4/2026).
Baca juga: Gus Fawait tak Datang, Bunga Desaku di Baldes Karang Kedawung tetap Berjalan
Seorang warga bernama Abdul Khobir, warga Desa Mumbulsari dari kelompok tani Sekar Arum, dalam kesempatan berdialog dengan Gus Fawait menanyakan 3 hal. Salah satu pertanyaannya yaitu kenapa pabrik pupuk organik tidak dihidupkan lagi. Ia ingin pupuk organik tersedia bagi petani secara gratis.
Pertanyaan yang lain dari Abdul Khobir yaitu adakah insentif atau honor bagi Poktan atau kelompok tani seperti honor untuk Ketua RT RW, kader posyandu, guru ngaji dan lainnya.
Ketiga ia berharap agar Jalan Usaha Tani (JUT) agar diperbaiki, karena semakin lama makin sempit. Dengan begitu hasil panen tidak kesulitan lagi untuk diangkut ke gudang sekaligus menghemat ongkos panen.

Saat mendengar hal itu, Gus Fawait tersenyum sambil terheran-heran dengan gaya bicara Abdul Khobir. Dengan nada guyonan, Gus Fawait berkomentar, Abdul Khobir seperti seorang calon kepala desa yang sedang kampanye. Hal itu karena dalam menyampaikan pertanyaan Abdul Khobir mengakhiri dengan visi misi-nya.
Begini jawaban Gus Fawait atas pertanyaan soal pupuk organik. “Bapak ibu sekalian, filosofinya begini. Pemkab tidak boleh bersaing dengan petani, sebab petani pasti kalah. Pemkab memberi kesempatan petani mengembangkan sendiri pupuk organik,” ujar Gus Fawait.
Terkait masa depan gedung bekas pupuk non kimia “Si Jempol”, belum ada keterangan resmi dari Gus Fawait.
Baca juga: Polres Bondowoso Gelar Pengamanan Misa Paskah
Sebelumnya, Prof Bambang Herry Purnomo, anggota TP3D (Tim Pengarah Percepatan Pembangunan Daerah) Jember, memaparkan tentang pentingnya penggunaan bahan organik sebagai pupuk.
Dikatakan Prof Bambang, sapaannya, unsur organik tanah di Jember berkisar hanya 2 persen. Menurutnya, tanah yang sehat rata-rata unsur organik mencapai 3 sampai 5 persen. Pola penggunaan pupuk kimia yang berlangsung bertahun-tahun oleh petani menyebabkan makin menipisnya unsur organik, papar dia.
Dosen Fakultas Teknik Pertanian UNEJ itu menyarankan kepada petani Jember, khususnya di Kecamatan Mumbulsari, agar berangsur-angsur pindah ke pupuk alami.
(Sgt)







