JEMBER, www.jembertoday.net – Bupati Jember Gus Fawait menugaskan ASN lintas OPD bergabung dengan Satgas MBG kecamatan untuk melakukan supervisi kepada SPPG.
Bersama Satgas MBG Kecamatan Rambipuji mereka turun langsung ke lapangan untuk mengecek dapur SPPG dan melihat kondisi riil yang ada. Hal ini sangat penting, terutama untuk memastikan agar seluruh SPPG, khususnya di wilayah Kecamatan Rambipuji, mematuhi SOP yang sudah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional.
Baca juga : Keracunan Makanan MBG, Murid TK Masuk Rumah Sakit Kaliwates dan Puskesmas, Gus Fawait Minta Maaf
Sebelum berangkat Camat Roni Herman Baza membagi tim gabungan itu menjadi 3 kelompok. Masing-masing kelompok beranggotakan 8 hingga 10 orang, dari unsur Satgas kecamatan dan penugasan ASN lintas OPD.
Camat Roni membrifing tim agar pekerjaan efektif dan tepat waktu, sebab dilaksanakan pada hari Jum’at. Diharapkan sebelum sholat Jum’at kegiatan supervisi sudah selesai.

“Apa saja temuan yang tidak sesuai prosedur tolong dicatat apa adanya, sebab akan kita laporkan kepada Satgas MBG Kabupaten Jember, ” ucap Roni saat brifing di Pendopo kecamatan, Jumat (29/5/2026).
Masing-masing kelompok sudah dibekali form isian untuk dicocokkan di dapur SPPG. Mulai dari kelengkapan administrasi meliputi legalitas yayasan, sertifikasi pegawai, dan yang paling penting adalah Sertifikat Layak Higenis dan Sanitasi (SLHS) dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Selain itu pemeriksaan tata letak (layout) tidak luput dari pantauan tim. Kondisi dapur, ruang pengemasan makanan, gudang basah dan kering, hingga ruang cuci ompreng juga diperiksa.

Setelah usai melaksanakan supervisi, ketiga kelompok berkumpul kembali ke Pendopo Kecamatan Rambipuji. Form isian diserahkan kepada camat selaku Ketua Satgas MBG tingkat kecamatan untuk selanjutnya dilaporkan ke Satgas MBG Kabupaten Jember.
Camat Roni mengapresiasi beberapa temuan yang selama ini belum terungkap.
Dari kelompok 3 yang dipimpin dr Vira, Kepala Puskesmas Nogosari, menemukan salah satu dapur SPPG dimana ruang cucian ompreng tidak sesuai prosedur. Ruang cucian ompreng tidak memiliki akses masuk, sehingga ompreng yang dari luar, dalam keadaan kotor karena baru datang dari sekolah atau lansia, melewati ruang penyajian atau juga dapur masakan. Diketahui SPPG itu masih beroperasi 3 hari.
Kelompok 3 melaporkan status berpotensi menimbulkan masalah dan merekomendasikan agar SPPG itu membuatkan akses terpisah.
Camat Roni, atas nama Bupati Gus Fawait, mengucapkan terima kasih kepada tim gabungan Supervisi SPPG. Ia berjanji akan meneruskan catatan dan rekomendasi itu kepada Satgas MBG Kabupaten Jember.
(Sgt)
