JEMBER, www.jembertoday.net – Dalam pers release ALCO (Asset Liabilities Committe) Kemenkeu RI Wilayah Tapal Kuda Triwulan kedua 2026 penerimaan PBB di Jember Raya mengalami kenaikan drastis. Wilayah meliputi Kabupaten Jember, Banyuwangi, Probolinggo dan Situbondo termasuk Bondowoso.
Pers release digelar di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jember di aula lantai 2, Selasa (14/7/2026).
Baca juga: KPPN Jember Cairkan Dana Desa Tahap Kedua Tahun 2025, Belum Seluruhnya
Empat pimpinan kantor di bawah Kementerian Keuangan RI yang ada di Kabupaten Jember, KPP Pratama Jember, KPPN, KPKNL dan Bea Cukai menjadi narasumber.
Dalam paparannya, Kepala Seksi Penjaminan Kualitas Data, Tri Koeswijanto, mewakili Kepala KPP Pratama Jember, menyebutkan penerimaan PBB naik hingga 670,76 persen dari tahun sebelumnya.
“Penerimaan PBB hingga triwulan kedua mencapai 14 miliar sembilan ratus sembilan puluh jutaan dari target tahun 2026 yang jumlahnya 2 koma 2 miliar,” ucap Tri Koeswijanto.

Padahal realisasi 2025 lebih besar daripada target 2026, yaitu 3,4 miliar.
Lebih lanjut Tri Koeswijanto menjelaskan, berdasarkan per jenis pajak, Pajak Penghasilan masih mendominasi target penerimaan sebesar 47,48 persen disusul PPN dan PPnBM sebesar 37,63 persen.
Sedangkan total realisasi penerimaan pajak sampai dengan Juni 2026 sebesar Rp1.084,3 miliar atau 37,99 persen dari target, dengan pertumbuhan sebesar 11,51 persen dibandingkan sampai Juni tahun 2025.
Pria dengan penampilan kalem itu juga menyebutkan, sumber PBB berasal dari perusahaan-perusahan di sektor pertambangan. Pers release dihadiri oleh beberapa Satker KPPN Jember, termasuk BKAD Kabupaten Lumajang.
(Sgt)
