JEMBER, www.jembertoday.net – Bupati Jember, Dr Muhammad Fawait, SE., M.Sc, yang lebih sering disapa Gus Bupati Fawait atau Gus Fawait mengimbau warganya untuk tidak mencaci maki Presiden Prabowo.
Dalam kegiatan Bunga Desaku di Kecamatan Sumberjambe, saat bertemu dengan para guru ngaji dan yatim piatu di pendopo Desa Cumedak, Gus Fawait menyatakan hal itu.
Baca juga: Open House di Sekolah Rakyat Jember, Tahun Ajaran 2026/2027 Menempati Gedung Baru
Di tengah-tengah pidatonya, yang lebih banyak penyampaian program kerja bupati, Gus Fawait menegaskan imbauannya.
“Kritik boleh tapi mencaci jangan. Presiden Prabowo pro rakyat kecil. Program-program beliau mengutamakan rakyat kecil,” ujar Gus Fawait, Senin (29/6/2026).
Pernyataan itu dilatarbelakangi dengan maraknya demo mahasiswa dan kelompok masyarakat di berbagai kota besar Indonesia. Mahasiswa dan elemen masyarakat merasa tidak puas dengan pelaksanaan program MBG karena dianggap telah memboroskan uang negara. Dugaan korupsi di tingkat atas tidak digubris oleh presiden, sampai ditangkapnya Kepala BGN, Dadan Hindayana beserta kedua wakil, Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung oleh Kejaksaan Agung.
Dalam aksinya, para pendemo meluapkan kekecewaannya dan tidak sedikit yang mencaci maki Presiden Prabowo.
Bupati Jember, Gus Fawait, adalah kader Partai Gerindra dimana Ketua umumnya adalah Prabowo Subianto.

Gus Fawait ingin program-program Presiden dapat sukses di Jember.
“Kalau tidak puas dengan Presiden ada masanya. Tunggulah di tahun 2029,” tandas Gus Fawait.
Kegiatan Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) kembali dilaksanakan setelah beberapa bulan ditunda.
Sehari sebelumnya, Minggu 28 Juni 2026 program Bunga Desaku dilaksanakan di Kecamatan Sukorambi.
Dalam pelaksanaannya Bupati Gus Fawait menyapa pelajar dalam Apel Siaga Siswa. Lalu menyapa kelompok UMKM, mlijo dan kelompok tani. Kemudian diselingi menjenguk warga yang dirawat di Puskesmas atau Rumah Sakit Daerah. Kegiatan terakhir biasanya bertemu dengan para tokoh masyarakat setempat.
Tidak jarang, sembari menunggu kehadiran Bupati, warga mendengar tausiyah dari kyai yang telah ditunjuk olehnya.
Gus Fawait pandai mengendalikan suasana dalam setiap pertemuan, dengan cara mengajak berdialog. Satu dua audien diundang ke depan, ditanya olehnya, apakah program Bupati Jember berjalan baik di lapangan.
(Sgt)
