
JEMBER, www.jembertoday.net – Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Jember jatuh pada 1 Januari. Tahun 2026 merupakan HUT ke-97. Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menggelar doa bersama, doa lintas iman, dengan 5 tokoh agama dalam rangka HUT Kabupaten Jember ke-97 di ruang Pancakarana Pendopo Wahyawibawagraha, Rabu, (31/12/2025).
Acara doa lintas iman secara bergantian dalam rangka HUT Kabupaten Jember dihadiri oleh para tokoh agama. Mereka adalah KH. Misbahus Salam, M.Ag perwakilan agama Islam, Pdt. Andreas Sukendar perwakilan agama Kristen Protestan, Romo Yosep Utus O’Carm perwakilan agama Katholik, Mangku Nengah Sukarye perwakilan agama Hindu, Romo Sutarno perwakilan agama Budha dan Sunyoto (MLKI Sapto Dharmo) perwakilan Penghayat Kepercayaan. Sedangkan perwakilan dari agama Konghucu tidak hadir.
Baca juga: Gusdurian Ajak Doa Lintas Iman di Jember Pasca Kerusuhan
Turut hadir jajaran pejabat Pemkab, Pj Sekda, para asisten Sekdakab, para kepala dinas dan seluruh camat.
Dalam sambutannya Bupati Fawait bersyukur atas capaian-capaian yang selama ini diraih oleh Pemkab Jember. Hal itu tidak lepas dari doa-doa masyarakat yang dipimpin oleh para tokoh agama.

“Dan juga selama 10 bulan memimpin Jember saya mohon maaf kalau mungkin masih banyak kekurangan. Dan, sekaligus kami mohon doa, dalam momentum pergantian tahun dari 2025 ke 2026, mudah-mudahan kami semua, bupati, wakil bupati, beserta seluruh jajaran pemerintahan kabupaten Jember bisa membawa Jember menuju Jember Baru Jember Maju,” ucap Gus Fawait.
Ia menyadari bahwa negara Indonesia disokong dalam keberagaman agama, suku, dan golongan. Hal yang sama juga terjadi di Jember. Penduduk Kabupaten Jember terdiri dari multi agama, etnis, dan golongan.

“Tahun 2026 para kyai, para romo, pendeta dan pemuka agama semuanya, kami akan mentahbiskan Jember menjadi miniatur of Indonesia. Bukan cuma dari segi budaya dan kesenian saja tapi juga bahwa Jember menjadi rumah besar bagi umat beragama yang berbeda-beda tapi semua mempunyai hak yang sama untuk menjalankan kepercayaan dan ibadah sesuai dengan keyakinannya masing-masing,” tandas Gus Fawait.
Setelah 97 tahun Kabupaten Jember berdiri momen pergantian tahun ini menjadi momen langka dimana para tokoh lintas agama memimpin doa secara bergantian di Pendopo Bupati, simbol kekuasaan tertinggi di Jember.
Gus Fawait berharap kebersamaan semua umat beragama menjadi nilai tersendiri, bisa terus erat dengan saling menghargai dan sikap toleransi yang dijunjung tinggi.
Kepada para tokoh agama itu Gus Fawait meminta agar mereka tidak mudah diadu domba. Bukan saja dalam konteks kabupaten saja tetapi NKRI sesuai arahan Presiden Prabowo.
“Indonesia bisa berdiri sejauh ini karena keberagaman, karena perbedaan, yang dirajut dengan cinta, maka di dalam istilah kami menjadi satu di dalam cinta. Dan kalau sudah cinta kadang-kadang kita lupa perbedaan. Bahkan mungkin lupa terhadap bendera kita masing-masing tetapi kita menjadi satu di dalam cinta. Dan cinta ini menjadi kekuatan tersendiri sebagaimana Indonesia berdiri hingga kini,” tutup Gus Fawait. (Sgt)











