
JEMBER, www.jembertoday.net – Empat (4) kantor di bawah Kementrian Keuangan (Kemenkeu) RI yang berada di Kabupaten Jember menunjukkan kinerja yang bagus selama tahun 2025.
Hal itu terungkap saat pers rilis ALCO (Assets Liabilities Commitee) triwulan IV yang digelar di lantai 2 KPPN Jember, Jumat, (23/1/2025).
Baca juga: KPPN Jember Banjir Pujian dari Satker dan Satker BLU
Keempat kantor Kemenkeu RI itu adalah KPPN (Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara), KPP Pratama (Kantor Pelayanan Pajak Pratama), KPPBC (Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai) dan KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang).
KPP Pratama Jember
Paparan kinerja langsung disampaikan oleh Kepala KPP Pratama Jember, Subagiyo. Kantor di Jember membawahi wilayah kerja 3 kabupaten yaitu Jember, Bondowoso dan Lumajang.
Dari target penerimaan pajak sebesar Rp3.207, 6 miliar berhasil dipungut sebesar Rp2.485,3 miliar atau 77,48 persen.
Subagiyo menerangkan, pada tahun 2025 Dirjen Pajak Kemenkeu RI menggunakan aplikasi Coretax. Ada beberapa perbedaan dari sistem sebelumnya dalam hal setoran pajak. Wajib Pajak (WP) yang ingin membayar harus mengisi SPT (Surat Pemberitahuan Pajak), baik SPT Tahunan atau pun Masa. Untuk SPT Tahunan WP perorangan dibatasi hingga tanggal 31 Maret dan WP badan 30 April.
Hingga batas waktu yang ditentukan itu banyak WP yang tidak bisa mengakses Coretax, sebab masih perdana digunakan karena sistem belum berjalan secara sempurna. Untuk tetap bisa dilayani setoran pajak ditampung di pos Pajak Lainnya (Deposit).
Target Pos Pajak Lainnya sebesar Rp9.255.000 malah tercapai Rp379.197.803.561. Sedangkan Pos Pajak Penghasilan dan PPN PpnBM turun cukup signifikan. Target Pos Pajak Penghasilan Rp1.576,86 miliar tercapai Rp1.132,05 miliar atau 71,79 persen. Untuk PPN dan PphBM tercapai 59,51 persen, dari target Rp.1.628,41 miliar tercapai Rp969,12 miliar.
Baca juga: Kebijakan Tarif Cukai Berdasar Asas Berimbang
Pos PBB berhasil diterima pajak untuk pemerintah pusat Rp4,9 miliar dari target semula Rp2,3 miliar.
KPPBC Jember
Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Jember meliputi wilayah Jember, Probolinggo dan Banyuwangi. Capaian penerimaan sebesar 103,83 persen yaitu Rp2.510,58 miliar dari target 2.417,96 miliar.
Penerimaan Bea Masuk berasal dari komoditi LPG oleh importasi PT. Pertamina Patra Niaga sebesar Rp1.055 miliar dan PT Eratex Jaya di Probolinggo Rp15 miliar.
Sedangkan penerimaan cukai berasal dari pita cukai rokok dari PT HM Sampoerna Rp1.013 miliar di Probolinggo, PT Gudang Garam di Probolinggo Rp151 miliar dan CV Su’ud di Jember sebesar Rp97 miliar.

Sementara dari hasil penindakan 386 SBP (Surat Bukti Penindakan) berhasil diterima Rp894.872.148 lewat skema penyelesaian Ultimum Rimidium (UR).
Menurut Kepala KPPBC Jember, Syairul Halim, tidak semua kasus bisa diproses UR. Yang dapat diproses adalah kasus-kasus dimana penanggung jawab atas barang ilegal itu jelas keberadaannya, sehingga didapatkan kompensasi kerugian negara, sesuai regulasi, yang menjadi pos penerimaan.
KPKNL Jember
Khusnul Arifin memaparkan capaian penerimaan tahun 2025 dengan hasil sangat memuaskan. Dari target Rp 19,8 miliar didapatkan Rp30 miliar atau 151 persen.
Sumber Penerimaan Negara Bukan Pajak itu diperoleh dari PNBP Aset/BMN sebesar Rp20 miliar, piutang negara Rp9 juta dan Lelang sebesar Rp9 miliar.
PNBP Lelang naik cukup signifikan, dari target semula Rp6,2 miliar. Hal itu menurut Khusnul karena banyaknya permohonan lelang hak tanggungan dari bank, sebagai pihak kreditur, pada debitur yang status kreditnya macet.
KPPN Jember
Wilayah kerja KPPN Jember meliputi Jember dan Lumajang. Kepala KPPN Jember, Teguh Irwono, memaparkan kinerja Pengeluaran APBN untuk 2 kabupaten tersebut.
Total pagu Rp7.124,9 miliar berhasil direalisasikan Rp6.914,9 miliar atau 97,05 persen.
Pos belanja pemerintah pusat sebesar Rp2.188,9 miliar mencakup; belanja pegawai terealisasi Rp1.141,3 miliar, belanja barang Rp868,2 miliar, belanja modal Rp154,7 miliar dan belanja bansos Rp22,6 miliar. Sedangkan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp4.726 miliar. (Sgt)











