JEMBER, www.jembertoday.net – Musyawarah Antar Gereja (MAG) Jember kecewa kepada Bupati Gus Fawait, sebab diundang dalam pembukaan Festival Lagu Rohani Kristen tahun 2026 tidak hadir. Anggaran dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember pun tidak cair. Padahal agenda itu adalah agenda rutin tahunan, yang selalu didukung oleh Pemkab.
Rasa kecewa MAG Jember disampaikan secara terbuka saat Ketuanya memberi sambutan pada pembukaan festival di gedung Gereja Misi Sejahtera (GMS) Jember di Jl. WR Supratman No.I/1A, Kauman, Kepatihan, Kec. Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (1/6/2026).
Baca juga: Umat Kristen dan Katolik Jember Rayakan Natal 2025, Ultah ke-50 MAG Potong Tumpeng
Dengan disaksikan ratusan pasang mata dan ribuan umat Kristen secara daring, disiarkan secara online dan offline, Ketua MAG Jember, Ignatius Sumarwiadi, mengatakan rasa kecewanya. Bahkan di akhir sambutannya tokoh agama Kristen Jember itu menyampaikan rasa kecewanya juga dalam bentuk pantun.
Menurut Marwi, sapaan akrabnya, dalam pembinaan umat beragama, apapun agamanya tanpa membeda-bedakan, seharusnya pemerintah turut hadir di sana.

Hal senada diungkapkan Ketua panitia lomba festival lagu rohani Kristen, Pdt.Pdt. Jirmia Dofi S., M.Th kepada media Jember Today.
Proposal kegiatan sudah masuk ke Bagian Kesra. Bahkan ada tanda-tanda didukung, tetapi faktanya nihil.
“Waktu itu memang sedikit ada angin segar sehingga kita menunggu sampai hari Jumat (tanggal 29 Mei 2206). Kita tunggu-tunggu sampai hari Jumat siang itu tidak ada kabar. Saya pikir, stop sudah. Artinya kita bergerak sendiri,” ungkap pendeta Jirmia Sofi yang menggembalakan jemaat di Kecamatan Sukowono.
Ketua panitia membenarkan bahwa proposal kegiatan sudah masuk ke Bagian Kesra sejak Bulan Maret 2026.
Disinggung alasan Bagian Kesra menolak dukungan anggaran, Pdt Jirmia Dofi mengatakan demikian.
“Alasannya saya tidak mendengar langsung tetapi mendapat laporan dari ketua MAG. Prinsipnya Pemkab (Jember) punya program yang lain atau dananya sudah kepakai atau bagaimana saya kurang jelas. Intinya begitu,” ungkap Pendeta Jirmia.
Ia menegaskan, semisal ke depan tidak ada lagi anggaran dari Pemkab Jember untuk kegiatan serupa umat Kristen akan bertekad tetap mengadakan lomba lagu rohani.
“Saya sebagai orang Kristen ya, kita harus tetap fokus pada program kita sendiri. Istilahnya mau dibantu atau tidak karena ini kan kepentingan kami dalam pembinaan iman jemaat,” katanya dengan tegas.

Informasi yang diperoleh di lokasi lomba, jumlah peserta lomba Solo Remaja 16 orang, solo dewasa 20, grup band 10 grup dan tutur Alkitab 19 anak. Mereka berasal dari 29 gereja di bawah naungan MAG Jember. Panitia membatasi pendaftaran peserta sebab waktu dan tempatnya tidak memungkinkan. Dari catatan yang ada, MAG Jember beranggotakan hingga 80 an gereja di seluruh wilayah Kabupaten Jember, dengan puluhan ribu jemaat.
Di tempat terpisah, Kepala Bagian Kesra , Nurul Hafid Yasin membenarkan jika kegiatan tersebut tidak didanai oleh Pemkab Jember. “Mboten pak,” jawab Hafid singkat saat dikonfirmasi lewat WhatsApp (WA), Senin, (1/6/2026).
Ditanya alasannya, Hafid sapaan akrabnya tidak membalas WA. Pada waktu yang sama Bupati Jember Gus Fawait menghadiri Inagurasi penerbangan rute Jember-Surabaya oleh Maskapai Wings Air di Bandara Noto Hadinegoro.
Baca juga: Insentif Guru Ngaji 2026 Tahap 1 Mulai Cair, di Kelurahan Sumbersari 75 Penerima
Namun sebelumnya Gus Fawait memerintahkan Kepala Bakesbangpol untuk menghadiri Festival Lagu Rohani Kristen itu. Melalui Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama, dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Mega Wulandari, Pemkab Jember datang saat pembukaan festival.
Panitia mengundang Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Jember, Santoso, untuk memberikan sambutan pembukaan sebagai wakil dari Pemerintah Pusat yang ada di Jember.
(Sgt)
