
BONDOWOSO, www.jembertoday.net Danyonif 509/BY Kostrad Letkol Inf Juni Fitriyan, SH., M.H.I, ikut memberikan motivasi kepada ratusan prajurit yang akan bergabung ke dalam Satgas UNIFIL ke Lebanon, Timur Tengah.
Komandan Batalyon Infanteri 509/BY Letkol Inf Juni Fitriyan, S.H, M.H.I menghadiri secara langsung upacara pemberangkatan Satuan Tugas (Satgas) perdamaian dunia UNIFIL di bawah naungan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa).
Baca juga: Kenaikan Pangkat TNI, Danyonif 509/BY Kostrad Berikan Ucapan Selamat
Ratusan prajurit Batalyon Infanteri 514/SY Kostrad Bondowoso bersiap untuk bergabung dalam Satgas UNIFIL ke daerah konflik di Timur Tengah, Lebanon, Sabtu pagi, (4/4/2026).
Sebelum bertolak ke sana mereka transit dahulu untuk menerima pembekalan intensif di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI, di daerah Sentul, Bogor, selama satu bulan.
Suasana bangga dan haru pun menyelimuti Markas Komando (Mako) Batalyon Infanteri 514/SY Kostrad Bondowoso. Betapa tidak, kabar terbaru dari PBB, telah terjadi insiden penembakan anggota UNIFIL di Lebanon yang mengakibatkan 3 prajurit TNI tewas.
Kehadiran Letkol Inf Juni Fitriyan dalam acara ini menegaskan soliditas antar satuan dibawah Brigif 9, Divisi 2 Kostrad, khususnya dalam mendukung tugas negara di kancah global demi tugas mulia.

Dalam kesempatan tersebut, Danyonif 509/Balawara Yudha menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para prajurit pilihan. Ia menekankan bahwa menjadi bagian dari Satgas UNIFIL adalah sebuah kehormatan besar bagi individu maupun satuan.
“Tugas ini adalah amanah negara, semoga senantiasa agar seluruh Prajurit diberikan keselamatan, kelancaran, dan dapat membawa nama baik Indonesia di mata dunia,” ucap Letkol Inf Juni Fitriyan.
Lebih lanjut dikatakannya. “Mereka akan dilatih dan dibekali ketrampilan serta pengetahuan di PMPP Sentul Bogor dalam rangka kegiatan PDT (Pre Deployment Training), ujar Danyonif 509/BY Letkol Inf Juni Fitriyan, S.H, M.H.I.
Baca juga: DFC MINUSCA Dampingi Pejabat PBB, Pencegahan dan Penanganan Pelecehan Seksual
Diketahui bahwa Letkol inf Juni Fitriyan juga mantan Peace Keeper sebagai Militarry Observer ( Milobs ) di Minusma Republik Mali Afrika Barat.
Misi Perdamaian Dunia
Secara spesifik Danyonif 509 itu menegaskan bahwa pemberangkatan ini merupakan bagian dari kontribusi rutin TNI dalam misi perdamaian PBB. Hanya Prajurit yang memiliki kualifikasi khusus diharapkan mampu menjalankan mandat Internasional dengan profesionalisme tinggi.
Keamanan dan kewaspadaan adalah prioritas utama. Prajurit diminta selalu waspada, memahami, dan menguasai daerah operasi.
Mereka diminta agar terus menjaga moril dan semangat, terutama di tengah situasi krisis dan risiko tinggi. Dedikasi dan loyalitas tinggi harus tetap dijaga meski dalam kondisi sulit. Para prajurit harus paham bahwa mereka adalah utusan perdamaian yang berdiri untuk kemanusiaan, membawa misi mulia di bawah bendera PBB.
“Emban tugas negara dengan baik, jaga kehormatan diri dan satuan, tetap mohon petunjuk Allah SWT, Be Brave Berhasil Cakra…!!”, tutup Pria asli Cirebon ini.
(Bagus)





