
JEMBER, www.jembertoday.net – Keindahan Pantai Pasir Putih Malikan (Papuma) Jember ternodai oleh sampah. Sampah-sampah itu terbawa arus laut dari muara-muara di sekitar Papuma, sebab di sana tidak ada muara. Keadaan ini hanya bersifat sementara saja.
Fenomena alam akibat cuaca ekstrem, hujan lebat berhari-hari, mengalirkan air sungai menuju laut lebih banyak. Tidak saja air tapi juga sampah-sampah ikut terbawa. Akibatnya di muara-muara pantai selatan menumpuk berton-ton sampah, baik sampah rumah tangga hingga sampah alam seperti akar dan batang bambu.
Baca juga: Dampak Positif Jember Fishing Tourism 2025 bagi Papuma
Asisten Manager pengelola wisata Papuma, Adi Suponco atau kerap disapa Ponco, membenarkan keadaan pantai yang kotor akibat sampah-sampah dari muara.
“Iya benar. Ini kiriman dari muara sungai Bedadung yang di Puger pak,” jawab Ponco melalui saluran telepon, Senin pagi, (16/2/2026).
Fenomena alam ini rutin terjadi yang berakibat keindahan Pantai Papuma ternodai.
“Sebagian sampah yang di muara Puger itu terbawa arus laut ke arah Papuma, Watu Ulo hingga Payangan. Kalau banjir mesti dapat kiriman sampah,” ujar Ponco.
Untuk memulihkan kembali keindahan pantai Ponco berusaha keras menggalang relawan dan masyarakat sekitar pantai.
“Untuk antisipasinya kita bersihkan setiap hari pak. Tapi karena masih libur hanya sebagian tenaga kita yang membersihkan. Besok akan kita kerahkan dari mitra-mitra kita untuk kerja bakti membersihkan pantai,” terang Ponco.

Membersihkan sampah di pantai bukan hal yang mudah. Pagi hari dibersihkan tapi sore hari datang lagi kiriman sampah dari bagian barat pantai.
Memasuki libur bersama kali ini tingkat kunjungan wisatawan ke Papuma meningkat. Puncaknya pada akhir minggu lalu.
Sedangkan menjelang libur puasa biasanya malah sepi. “Untuk kunjungan masih ramai tapi tidak terlalu padat di Papuma dan Watu Ulo,” jawab Ponco.
Memasuki musim penghujan Kabupaten Jember tidak luput dari hujan setiap hari. Terlebih seminggu terakhir intensitas hujan cukup tinggi, terutama di hulu sungai. Akibatnya banjir pun datang. BPBD Kabupaten Jember mencatat 23 desa terdampak banjir.
Baca juga: Tanggap Cepat PTPN I Regional 5 Tangani Banjir di Desa Wonoasri dan Desa Curahnongko
Sungai terbesar di Jember, Sungai Bedadung, seringkali banjir saat cuaca ekstrem. Di tengah alirannya bertemu dengan sungai-sungai kecil sehingga semakin ke muara alirannya makin deras. Sungai alam yang juga sering mengalami banjir adalah Sungai Dinoyo yang bersatu di Sungai Bedadung di wilayah Rambipuji.
Sungai alam lain yang juga sering mengalami banjir yaitu Sungai Tanggul, yang berada di bagian barat Kabupaten Jember. Muaranya di pantai selatan bagian barat Jember yaitu di Kecamatan Gumukmas dan Kencong.
Perlu diketahui, tiket wisata pantai Papuma dan Watu Ulo sudah terintegrasi. Pengunjung membayar 1 tiket untuk kedua wisata itu dengan harga Rp12.500. (Sgt)







