
JEMBER, www.jembertoday.net – Tabroni, anggota Komisi A DPRD Kabupaten Jember, menyatakan, generasi Z (Gen Z) Jember punya ruang di dunia politik. Hal itu ia katakan saat sarasehan di Jember Pluralitas Hub (JPH) di halaman kantor Bakesbangpol Jember, Jumat malam, (3/10/2025).
Pernyataan Tabroni itu menjawab pertanyaan Nabila, seorang Gen Z Jember dari Kelurahan Baratan Kecamatan Patrang. Wanita muda itu penasaran apakah Gen Z punya ruang di dunia politik.
Baca juga: Sekretaris TP3D Jember: Nilai Investasi Naik 3 Tahun Terakhir Diiringi Masalah Sosial
“Gen Z sebenarnya memiliki kesempatan yang sama dengan generasi sebelumnya. Dalam politik, secara teori dimulai dari organisasi-organisasi, baik di sekolah, kampus, masyarakat dan lainnya. Kemudian kalau memang serius mau terjun ke dunia politik maka harus masuk partai politik. Itu dimulai dari anggota, baru kemudian pengurus,” ujar Tabroni.
Tetapi ada cara lain yang lebih cepat. Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jember ini mengungkapkan jalan tol karir dalam politik. Caranya dengan kekuasaan uang.
“Seseorang bisa saja langsung masuk pengurus partai politik. Bahkan bisa langsung mencalonkan diri menjadi wakil rakyat lewat partai politik asal banyak duit. Tetapi pertanyaan mendasar adalah kalau sudah tercapai cita-citanya apa yang akan dilakukan?” Tabroni balik bertanya.

Ia menyarankan kepada Gen Z yang tertarik terjun ke dunia politik tetapi tidak banyak uang untuk memulai lebih awal dengan masuk ke organisasi. Dengan begitu mereka akan mempunyai banyak pengalaman yang akan menjadi bekal di masa depan ketika masuk ke partai politik.
Sementara itu narasumber lain, Itok Wicaksono, akademisi dari UMJ (Universitas Muhammadiyah Jember) membeberkan kekuatan dan kelemahan Gen Z.
Salah satu kekuatannya, ketika diberi ruang berekspresi mereka akan sangat kreatif dan tuntas dalam mengerjakan tugas. Tetapi salah satu kekurangannya, mereka tidak bisa ditekan, tidak disiplin dan rapuh.
Narasumber ketiga, Sekretaris Tim Pengarah Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D) Dima Akhyar, yang juga sebagai seorang pengusaha menjawab pertanyaan seorang pengusaha yang mengeluhkan karyawan yang Gen Z.
Dima menjawab, bagi pengusaha keuntungan adalah tujuan utamanya dalam berbisnis. Dengan tegas ia mengatakan, manakala karyawan tidak patuh pada aturan perusahaan maka ia akan mengeluarkan dia, yang Gen Z itu.
Sarasehan itu diikuti oleh pengurus Karang Taruna di kelurahan, perangkat kelurahan dan pemerhati sosial. Moderator oleh Dwi Handarisasi, Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Bakesbangpol Jember.(Sgt)











