
JEMBER, www.jembertoday.net – Gelaran Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Jawa Timur ke-XXXI akan diisi dengan tarian kolosal oleh para pelajar Jember. Tarian kolosal itu mengusung konsep 3 Pilar yang menjadi ciri khas warga Jember.
Kabupaten Jember mendapatkan kesempatan berharga dengan menjadi tuan rumah event keagamaan tingkat provinsi. MTQ Jawa Timur ke-XXXI ini akan menjadi ajang unjuk gigi bagi tuan rumah. Tidak saja di dalam kompetisi tetapi di luar kompetisi pun akan dinilai oleh masyarakat se Indonesia.
Baca juga: Makna Filosofi Si Petri, Maskot MTQ Jember 2025
Seremoni pembukaan dan penutupan MTQ kali ini akan spektakuler sebab diisi dengan tarian kolosal. Mereka membawakan tarian dengan konsep 3 Pilar.
Sang koreografi, Yoga Ardanu Kifsong, mengatakan, konsep tiga pilar itu merupakan ciri khas warga Jember.
“Saya membuat karya tari kolosal yang mana ada tiga pilar, berdasarkan ciri dan identitas kedaerahan Jember khususnya,” ujar Yoga sapaan sang koreografi saat ditemui di lapangan sepakbola JSG, Jumat, (12/9/2025).
Yoga ingin mengangkat sendi-sendi dasar warga Jember ke dalam panggung kelas nasional, MTQ Jawa Timur 2025. “Tiga pilar itu, yang pertama kopi, kedua tembakau dan ketiga kota santri,” tandas Yoga, yang juga seorang guru di SMAN 3 Jember.
Sebagai kabupaten agraris Jember menghasilkan kopi dan tembakau yang istimewa. Aneka rasa (taste) kopi asli Jember tiada duanya, karena di sisi utara terbentang pegunungan Argopuro. Sedangkan di sisi timur ada pegunungan Gumitir yang juga sebagai sentra produksi kopi. Bahkan, kabar terbaru, Desa Sidomulyo, desa paling timur Jember, sudah berhasil mengekspor kopi. Demikian pula tembakau. Tidak perlu diragukan hasil tembakau telah mengangkat derajat masyarakat Jember lebih tinggi. Bahkan Jember dikenal sebagai Kota Tembakau sejak lama.
“Tiga pilar itu akan dibalut dengan nuansa Islami dalam momentum MTQ ini,” ucap Yoga.
Konsep 3 Pilar itu sendiri merupakan terjemahan dari instruksi Gubernur Khofifah dan Bupati Fawait. “Ya, ini sesuai dengan catatan dari ibu gubernur dan juga bapak bupati (Fawait) yang menginginkan highlight ciri dan identitas Jember menjadi sebuah point dari opening seremonial MTQ di Jember ini,” terang Yoga.
Pria muda lulusan perguruan seni di Jogjakarta ini menyebutkan, tarian kolosal melibatkan lebih dari seribu pelajar. Pada opening seremonial melibatkan 800 penari yang berasal dari SMPN 1 hingga 12 Jember, SMPN 1 dan 2 Ambulu, SMPN 1 dan 2 Wuluhan, SMPN Jenggawah serta pelajar SMAN 3 Jember. Sedangkan pada seremonial penutupan akan melibatkan ratusan penari lainnya.
Baca juga: Nurul Hafid Yasin Pimpin Bagian Kesra Pemkab Jember
Pada seremonial penutupan nanti, Yoga akan menampilkan tarian kolosal yang berbeda dengan pembukaan. Meskipun memakai konsep yang sama tetapi bentuk sajiannya berbeda. “Untuk (seremonial) penutupan lebih ke bentuk syiar agama. Jadi semacam nasihat dalam bentuk bahasa kedaerahan, hibryd (campuran) dari bahasa Madura, Jawa, dan Indonesia,” terang Yoga.
Sedangkan untuk aksesoris kostum Yoga akan membesut para penari dengan hiasan daun tembakau dan kopi di kepala para penari. Demikian pula dengan properti atau alat pendukung penampilan, para penari akan membawa peralatan yang biasa dipakai petani kopi dan tembakau. Sedangkan pilar kota santri akan dipresentasikan oleh penari pria akan memakai kostum santri.
Opening seremonial akan dimulai pada Sabtu 13 September 2025 pukul 19.00 wib di Stadion JSG (Jember Sport Garden). Sedangkan penutupan akan dilaksanakan pada Sabtu 20 September 2025. (Sgt)





