JEMBER, www.jembertoday.net – SMPN 8 siap menjadi Sekolah Hijau (Green School) di Kabupaten Jember. Hal itu ditandai dengan diluncurkannya Gerakan Sadar Sampah SMPN 8 (Garda 8) Jember.
Green school (sekolah hijau) adalah lembaga pendidikan (sekolah) yang mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan, pelestarian lingkungan, dan praktik ramah lingkungan ke dalam kurikulum, fasilitas fisik, serta kegiatan sehari-hari.
Baca juga: NADI 5 SMPN 8 Jember, M Ridhoi: Tidak ada Istilah Mantan Guru
Peluncuran Garda 8 pada Jumat 31 Juli 2026, lalu langsung dihadiri oleh Kepala Bidang SMP di Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Muhammad Ridhoi, S.Pd.,M.Pd. Pada saat itu juga dikukuhkan 120 Duta Garda 8. Mereka mewakili masing-masing dimana tiap kelas terwakili oleh 5 siswa. Total ada 24 kelas, dari kelas VII hingga IX.
Dalam sambutannya, Kepala SMPN 8 Jember, Dwi Kristatiningsih, S.Pd., M.Pd, menegaskan bahwa siswa-siswi akan dididik dalam pengolahan sampah.
Mereka dididik memilah-milah sampah, organik dan unorganik hingga membuat kompos.
Kepala sekolah berharap anak-anak didiknya menjadi agen perubahan, dimulai dari rumah masing-masing hingga ke lingkungan sekitarnya.

Sementara itu Ketua Garda 8 Jember, Ahmad Nanang Rasyid, SP.d., M.Pd, menyampaikan rencana kegiatan dalam gerakan sadar sampah SMPN 8 Jember.
Di tahap awal, di tiap kelas dibuatkan 5 rumah sampah. Siswa-siswi diajari membuat rumah sampah (tempat sampah) dari bahan bekas, galon bekas air mineral. Kelima rumah sampah terbagi 2 golongan sampah, organik dan unorganik.
Rumah sampah pertama berisi botol air minum mineral. Kedua berisi gelas dan sedotan plastik. Ketiga berisi kresek dan non aluminium dan keempat berisi bungkus plastik bekas wadah jajanan, tisu, kertas minyak dan sejenisnya. Kelima berisi sampah kertas.
Rumah sampah pertama, kedua dan kelima nantinya bisa dijual dengan skema kerjasama dengan bank sampah Perumahan Taman Gading, Kaliwates Jember. Sedangkan rumah sampah yang tidak bisa diolah akan diteruskan ke TPA Pakusari. Sedangkan sampah organik akan dikumpulkan ke tempat sampah di belakang halaman sekolah, untuk selanjutnya akan diproses menjadi kompos.
Ke depan Garda 8 akan akan mencoba membuat paving blok berbahan dasar sampah plastik. Rencana ini masih dalam tahap kajian.
Dalam waktu dekat Garda 8 juga akan membuat bio pori di tiap kelas. Pembuatan bio pori menggunakan bahan bekas, seperti kaleng, galon dan wadah lainnya. Wadah itu ditanam di tanah, yang nanti ditutup rapat, sebagai tempat berprosesnya sampah organik menjadi humus.
(Sgt)
