
JEMBER, www.jembertoday.net – Hal yang sama dari dunia intelejen dengan jurnalis adalah mengali data atau informasi di masyarakat. Yang berbeda adalah hasil kerja intelejen dilaporkan kepada pimpinan tetapi hasil kerja jurnalis akan dimuat dan dipublikasikan kepada masyarakat luas. Intelejen dengan jurnalis bisa bersinergi untuk menciptakan kamtibmas yang kondusif.
Sinergitas intelejen dengan jurnalis terkupas dalam sarasehan di program Jember Pluralitas Hub (JPh). Ini adalah program inovasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember.
Baca juga: Jaga Pluralitas, Bakesbangpol Jember Kumpulkan Gen Z Lintas Iman di JPH
Tema sarasehan Jumat, (28/11/2025) malam ini adalah sinergitas antar lembaga dalam ciptakan situasi Kamtibmas aman dan kondusif di Kabupaten Jember.
Narasumber pertama Kabag Ops Polres Jember, Kompol Istono, SH., MM. Kedua, Pasintel Kodim 0824/Jember Kapten Inf Suprayitno dan ketiga, Danpos AL Puger Lettu Dedi Nugraha Komandan Pos AL Puger, Lettu Laut Dedi Nugraha, AMd.

Plt Kepala Bakesbangpol Jember, Lingga Diputra, dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik, Syamsu Rijal, mengatakan tujuan sarasehan.
“Kita semua ingin menekankan satu poin strategis dalam Sarasehan ini yaitu pentingnya kolaborasi dan sinergi antar lembaga, baik berupa jenis, fungsi serta model sistem pengamanan antara pengamanan tertutup (Covert) dan pengamanan terbuka (Overt),” tulis Lingga.
Baca juga: Bakesbangpol: Ormas Mitra Potensial Pemkab Jember
Kompol Istono menjelaskan 4 hal, konsep kolaborasi, peran masing-masing lembaga, bentuk sinergitas dan peran dan fungsi Polres dalam upaya pengendalian massa. “Tujuan kolaborasi adalah untuk menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif, aktifitas sosial dan ekonomi lancar,” ujar Istono.
Pasintel Kodim Kapten Inf Suprayitno memaparkan peran sentra Kodim 0824/Jember dalam pelaksanaan Program Strategi Nasional. “Dari 7 program strategis nasional kami memantau 3 program yang sudah berjalan di Jember yaitu Sekolah Rakyat Terintegrasi, Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih,” tegas Suprayitno.
Program Presiden Prabowo Subianto itu, di satu sisi dapat meningkatkan ekonomi tapi juga berpotensi memunculkan konflik, papar Suprayitno.
Sedangkan Danpos AL Puger yang ditodong memberikan paparan, dengan lugas memaparkan kondisi terkini serta potensi kerawanan di pesisir selatan Kabupaten Jember.
Ia berharap kolaborasi (intelejen) antar lembaga semakin intens sebab Pos AL Puger saat ini minim personel maupun alutsista.

Dalam sesi tanya jawab, seorang awak media online menanyakan bentuk konkret kolaborasi antara Intelejen dengan jurnalis.
Menurut Kompol Istono, kolaborasi jurnalis dengan intelejen antar lembaga sangat diperlukan. “Media atau pers adalah mitra kami. Tentunya sangat dibutuhkan komunikasi yang intens dengan kami, pemerintah daerah, tiga pilar dan lembaga-lembaga lainnya, ” jawab Kompol Istono.
Kapten Inf Suprayitno menjawab dengan berbeda. “Media harus kritis ya pak, kritis yang membangun karena saat ini banyak program pemerintah pusat yang langsung turun ke daerah. Supaya apa? Supaya yang diberi modal tidak lupa bahwa dananya itu harus dipakai sebagaimana mestinya dan tidak disalahgunakan,” jawab Kapten Inf Suprayitno.
Sedangkan Lettu Laut Dedi Nugraha, AMd menjawab, “Media merupakan salah satu cara untuk meningkatkan citra positif suatu organisasi. Berita-berita Kamtibmas harus sesuai fakta di lapangan,” kata Dedi. (Sgt)





