JEMBER, www.jembertoday.net – Dirjen Perumahan Perkotaan di Kementerian Perumahan Kawasan Pemukiman (PKP) datang ke Kabupaten Jember untuk menemui Bupati Gus Fawait. Tujuannya untuk memastikan program bedah rumah bagi ribuan warga miskin berjalan sesuai target.
Dirjen Perumahan Perkotaan, Dr Sri Haryati, S.Pi.,M.Si, datang ke Jember saat Gus Fawait sedang menjalani kegiatan Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa Kelurahan) di Kecamatan Sumberbaru, Minggu (9/8/2026).
Baca juga: Bupati Gus Fawait Dengarkan Keluhan Kyai Ponpes Pakusari
Sri Haryati bertemu dengan Gus Fawait di kantor Desa Karangbayat Kecamatan Sumberbaru saat Bupati Jember itu akan bertemu dengan ratusan tokoh pemuda dan tokoh warga Desa Karangbayat.
Gus Fawait memberikan kesempatan kepadanya untuk memaparkan program Presiden Prabowo, khususnya program perumahan bagi warga miskin.
Sri Haryati menyebutkan, program bedah rumah secara nasional mencapai 400.000 unit. Itu merupakan jumlah terbesar selama ini.
Ia juga menyebutkan adanya perubahan kebijakan bagi syarat penerima bedah rumah atau program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2026 ini.

“Rumah beratap asbes bisa diusulkan untuk mendapat bantuan, sebab asbes dapat menyebabkan sakit paru-paru,” ujar Sri Haryati.
Kemudian perubahan yang lain adalah rumah calon penerima bantuan tidak harus bersertipikat.
“Untuk tahun ini dan seterusnya cukup keterangan menempati rumah, minimal 1 tahun dengan diketahui oleh kepala desa,” terang Sri Haryati.
Saat jumpa awak media, Sri Haryati ditanya berapa alokasi BSPS untuk Kabupaten Jember?
“Untuk Jember sementara ini 1.355 rumah yang akan dibedah tahun ini,” jawab Sri Haryati.
Dirjen Perumahan Perkotaan itu menyebutkan, program bedah rumah tidak dilaksanakan serentak. Sosialisasi sedang dan terus dilakukan. Demikian pun ada yang masih dalam tahap pembangunan. Bahkan sudah ada yang selesai dikerjakan.
Sri Haryati mengaku tidak ada kendala dalam melaksanakan tugasnya di Jember berkat kerjasama yang baik dengan Pemkab Jember yang dipimpin Gus Fawait.
(Sgt)
