JEMBER, www.jembertoday.net – Pemberlakuan karcis terintegrasi pantai wisata Watu Ulo dan Papuma telah berjalan 6 bulan. Wisatawan hanya membayar tiket masuk sekali Rp.12.500 dan bisa menikmati 2 pantai sekaligus.
Pengelola Papuma, PT Palawi Risorsis (Econique), anak Perusahaan Perhutani, melalui Palupi Gian Haryoko, menceritakan situasi terkini Papuma di masa liburan sekolah setelah pemberlakuan karcis terintegrasi.
Baca juga: Libur Lebaran 2026, Wisatawan Papuma dan Watu Ulo Melonjak Tajam
“Untuk hari biasa pengunjung pantai Papuma bisa mencapai 200 sampai 300 orang. Jika liburan atau weekend mencapai 500-600 orang,” ujar Palupi yang menggantikan Ponco sejak dua bulan lalu saat ditemui di kantor Econique Papuma, Sabtu (4/7/2026).
Pada masa liburan sekolah 2026 pengunjung Papuma mengalami peningkatan. Tentunya karena pemberlakuan karcis terintegrasi dengan Waktu Ulo.
Menurut Palupi, wisatawan lokal pada umumnya langsung masuk ke Papuma. Sebagain besar wisatawan lokal mengaku baru pertama kali masuk Papuma. Ditengarai karena dulu karcisnya dinilai terlalu mahal. Hari biasa Rp.20.000 dan hari libur Rp.25.000.
Pengunjung bisa menikmati pemandangan pantai yang membujur panjang dengan air laut berwarna biru. Aneka sajian menu, mulai dari ikan laut hingga segarnya buah kelapa muda dapat dinikmati pengunjung.
Wisatawan tidak disarankan berenang karena ombak pantai selatan cukup besar. Tetapi masih diperkenankan bermain air laut dipinggir pantai yang sudah ditentukan dengan pengawasan lifeguard. Dan juga ada suara himbauan per 3 menit sekali agar para pengunjung tetap lebih waspada dan hati-hati saat menikmati liburan di pantai Papuma.

Pesona yang paling indah bagi sebagian wisatawan adalah saat sunset dan sunrise. Keindahan alam saat pergantian waktu itu dapat dinikmati secara maksimal di puncak Siti Hinggil.
Dari sekian ratus pengunjung, ada kelompok wisatawan lokal yang sedang menikmati makan siang bersama di bawah teduhnya pepohonan di atas pasir putih. Mereka adalah kelompok PP Polri Tanggul (Persatuan Purnawirawan Polisi Republik Indonesia Tanggul).

Salah satu dari rombongan, Ibu Elisabet, mengaku senang berlibur ke sana.
“Papuma berbeda dengan tahun-tahun lalu. Lebih baik sekarang,” jawab Ibu Elisabet kepada Wartawan Jember Today.
Harga karcisnya juga masih terjangkau, katanya lagi.
Fasilitas di Papuma, menurut Elisabet, lebih baik ketimbang Watu Ulo. Kulinernya lengkap, ada monyet juga dan pemandangan lautnya lebih nyaman dinikmati di bawah rindangnya pepohonan.
Ibu Elisabet memberi saran agar pihak pengelola menambah fasilitas gazebo.
“Gazebonya cuma satu. Ini juga sudah disewa orang, sehingga yang pengunjung lain tidak kebagian,” ujarnya.
Perjalanan waktu 6 bulan karcis terintegrasi pantai Watu Ulo dan Papuma menggambarkan bahwa wisatawan condong berpiknik ke Papuma. Fenomena ini dapat menjadi masukan Dinas Pariwisata Kabupaten Jember untuk berinovasi agar Watu Ulo lebih diminati pagi.
(Sgt)
