
JEMBER, www.jembertoday.net – Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Jember. Bupati Fawait beri sambutan yang dengan menyanjung Presiden Prabowo.
Kedatangan BP Taskin terasa spesial karena Kabupaten Jember menempati peringkat pertama tingkat kemiskinan ekstrem di Provinsi Jawa Timur hingga saat ini.
Baca juga: Program Lingkaran Cinta, Buah Sinergi Pemkab Jember dengan BPJS Ketenagakerjaan
Rombongan BP Taskin dipimpin oleh Wakil Ketuanya, Iwan Sumule, yang datang ke Desa Cangkring Kecamatan Jenggawah, Kamis (12/2/2026).
Dalam sambutan selamat datangnya, Bupati Jember Muhammad Fawait atau lebih sering disapa Gus Fawait, menyanjung tinggi Presiden Prabowo, yang amat peduli kepada warga miskin. Gus Fawait sejak muda mengidolakan sosok Prabowo. Fawait muda kala itu terjun ke dunia politik umur 21 tahun langsung masuk Partai Gerindra, yang dilahirkan oleh Prabowo.

Kebanggaannya terhadap Prabowo makin kuat, terlebih setelah terpilih menjadi Presiden Indonesia ke 8, dengan kebijakan-kebijakan pro rakyat. Salah satunya dengan dibentuknya BP Taskin.
“BP Taskin adalah terobosan yang luar biasa, bahwa Presiden Prabowo tidak saja omon-omon tapi beliau konkret membentuk suatu badan untuk merumuskan kebijakan pengentasan kemiskinan,” ucap Gus Fawait.
Bupati Fawait merasa senang atas kehadiran Wakil Ketua BP Taskin ke Jember, yang memiliki jumlah penduduk lebih dari 2,7 juta jiwa.
“Terima kasih sudah datang ke Jember,” ucap Gus Fawait kepada Iwan Sumule dari Jakarta dengan mengendarai kendaraan dinas berplat RI 41 itu.
Sementara Iwan Sumule mengatakan, bahwa dalam pengentasan kemiskinan tidak bisa dilakukan hanya satu instansi saja tapi perlu dikerjakan bersama-sama, lintas sektoral.
“Kita tahu bahwa program SiTaskin atau Sinergi Pengentasan Kemiskinan, merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi dan membantu kelompok masyarakat yang berada dalam kondisi rentan yaitu anak yatim piatu, lansia tunggal dan cacat disabilitas,” ucap Iwan dalam sambutannya.
BP Taskin menggandeng instansi dan lembaga, baik negeri maupun swasta, untuk mempercepat pengentasan kemiskinan di Jember. Kali ini diserahkan berbagai bantuan kepada warga miskin ekstrem. Bantuan meliputi; 200 paket Gemarikan, 250.000 paket sembako dari BAZNAS, reaktivasi PBI JKN, sembako Kemenag untuk Kampung Zakat, Gerakan orang tua asuh cegah Stunting atau Genting, jambanisasi, kacamata pintar YDSN Jatim, dan bantuan lansia berdaya.
Disebut juga oleh Iwan, target percepatan angka kemiskinan dalam satu tahun turun satu digit. Berdasarkan survey, katanya, per Maret 2025 angka nasional pada 8 persen. Diharapkan nanti pada 2029 turun menjadi 4 persen.
Turut hadir pada acara di atas, Forkopimda, Muspika Jenggawah, para Kepala OPD, Kepala Cabang Bulog Jember, Sekretaris PT Pupuk Indonesia, dan tamu undangan lainnya. (Sgt)





